Jakarta – Usai mendampingi mahasiswa kedokteran dalam audiensi bersama pimpinan Komite III DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Anggota DPD RI asal Lampung, Dr. H. Bustami Zainudin, kembali melanjutkan perjuangan aspirasi para mahasiswa dengan melakukan audiensi ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Audiensi tersebut diterima oleh Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., wakil menteri pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dan membahas persoalan ribuan mahasiswa kedokteran yang terkendala aturan batas usia pendidikan profesi.

Dalam pertemuan itu, Bustami menyampaikan keresahan masyarakat dan mahasiswa terkait perlunya kebijakan afirmatif serta relaksasi aturan bagi mahasiswa kedokteran yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan akademik dan koas, namun terhambat melanjutkan proses profesi akibat regulasi administratif.
Menurut Bustami, persoalan tersebut harus dipandang secara adil dan manusiawi karena menyangkut masa depan ribuan mahasiswa yang telah menempuh proses pendidikan panjang dengan pengorbanan besar.
“Banyak mahasiswa yang telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan biaya yang tidak sedikit untuk menyelesaikan pendidikan kedokteran. Sangat disayangkan apabila mereka akhirnya tidak dapat melanjutkan profesi hanya karena terbentur persoalan administratif,” ujar Bustami.
Ia juga menilai bahwa kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi mahasiswa dan keluarga mereka, terlebih di tengah kebutuhan tenaga dokter yang masih cukup besar di berbagai daerah di Indonesia.
Karena itu, Bustami berharap pemerintah melalui Kementerian Diktisaintek dapat menghadirkan solusi konkret melalui diskresi, afirmasi, maupun relaksasi kebijakan agar mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan akademik dan koas tetap memperoleh kesempatan menuntaskan pendidikan profesi kedokteran.
“Negara membutuhkan tenaga kesehatan, sementara mereka sudah sampai pada tahap akhir pendidikan. Maka harus ada solusi yang berpihak pada keadilan, kemanusiaan, dan kebutuhan pelayanan kesehatan nasional,” tambahnya.
Audiensi tersebut dibersamai dengan nofa, salah satu mahasiswa kedokteran dan tim legal yang menjadi bagian dari upaya bersama antara mahasiswa dan wakil daerah untuk memperjuangkan kebijakan pendidikan yang lebih adaptif, berkeadilan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia kesehatan nasional.
(Naufal)
